Curhat: Sedih Itu Datang Lagi - By Rini Ekayati
Kalau aku boleh memilih, tentu aku tak ingin sedih ini datang lagi. Siapa sih yang mau merasa sedih, tentu tidak ada bukan? Tapi mungkin saat ini adalah saat bagi ku untuk merasakan kesedihan ini. Walau dengan sedikit rasa yang tidak menyenangkan, aku tetap akan menerima kesedihan ini sebagai nikmat lain pemberian Tuhan, Allah SWT kepada ku.
Bila ada yang bertanya penyebab dari kesedihan ini, maka aku sama sekali tidak akan dapat memberi jawaban. Karena aku memang tidak tahu. Ia datang begitu saja, tepatnya pagi tadi saat aku bangun dari tidur malam ku. Aku merasa kekosongan hati yang sangat mendalam. Aku tak mampu untuk melukiskan perasaan ku saat itu. Airmata ku tiba-tiba saja mengalir.Di saat yang bersamaan aku mendengar suara kumandang azan subuh dari luar kamar ku. Tak menunggu lama, aku lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menghadap-Nya, dan mungkin aku juga ingin mengadu tentang kesedihan yang saat itu sedang aku rasa. Untuk mencari sedikit pengobat hati.
Selesai salat, aku lalu mengambil Al-Qur'an kesayangan yang kubawa dari Medan, tanah kelahiran ku. Ku baca beberapa ayat Allah dan merasa seolah-olah Ia sedang memberi obat atas luka hati ku. Kuhentikan bacaan ku, dan aku memutuskan untuk istirahat kembali karena aku merasa sakit yang teramat sangat di kepala ku. Kurebahkan tubh ku, namun mata ku tak juga mau terpejam. Aku kembali menangis. Kali ini aku menangis bukan hanya karena perasaan kosong ini namun juga karena sakit kepala ku ini.
Hati ku sedih sekali. Mengapa aku harus menangis lagi. Padahal aku pernah berjanji untuk tidak menagis lagi. Aku berjanji untuk tetap kuat menghadapi segala cobaan hidup ku. Ku tak ingin ada airmata lagi. Namun hari ini, hatiku benar-benar ingin menangis. Biarlah, mungkin ini adalah tangis ku yang terakhir.
Kuharap.......
Terimakasih sudah berkunjung ke curhatan hati seorang istri. Baca juga Karenamu Aku Cemburu: Curahan Hati Seorang Istri dan Pemain Sinetron Catatan Hati Seorang Istri . Anda sedang membaca Curhat: Sedih Itu Datang Lagi.

0 comments:
Post a Comment